STAY IN THE LIGHT
Part 3 : si Pengawas Ruangan
Aku berjalan ke lorong yang gelap itu sembari membawa lantera untuk menerangi jalanku. Aku terus berjalan dan tidak berani melihat sekitar. Tiba-tiba terdengar teriakan seperti orang yang kesakitan dari arah depanku, dan akupun langsung berlari ke arah suara tersebut. Beberapa saat kemudian terlihat cahaya dari ujung ruangan, lalu aku mendatangi sumber cahaya itu dan disana ada seorang pasien yang sedang pingsan serta seorang wanita berpakaian seperti pengawas. Aku bertanya :"Hmm, permisi. Siapakah namamu dan apa kau tahu dimana Dokter Susan?"
"Namaku Nina dan yang kutahu ia pergi ke ruang perawatan anak-anak.", jawabnya.
"Terima kasih. Omong-omong ada apa dengan pasien ini ?"
"Aku tidak tahu. Mungkin ia digigit oleh salah satu makhluk aneh itu."
Aku memeriksa pasien tersebut dan memastikan ia masih hidup. Belum sempat aku memeriksa urat nadinya, tiba-tiba kulitnya berubah menjadi hitam dan kulit wajahnya mengerut hingga terlihat mengerikan. Aku langsung menjauh darinya dan membiarkannya pergi kedalam kegelapan. Nina berkata :
"Astaga.apa itu tadi ?"
"Entahlah.", jawabku.
"Apakah kau bisa menolong saudari ku ? Ia masih berumur 12 tahun dan berada di ruang perawatan anak-anak.", pinta Nina.
"Tenanglah, aku akan membantumu."
Akupun pergi meninggalkan Nina dan pergi ke pintu yang ada disana. Dibalik pintu tersebut aku bertemu seorang dokter tua yang memeluk sejenis makhluk mengerikan yang sama seperti pasien yang telah berubah tadi. Ia berkata :
"Makhluk ini adalah salah satu anakku dan aku membunuhnya menggunakan cahaya."
"Apa maksud anda dengan membunuhnya menggunakan cahaya ?", tanyaku dengan kebingungan.
"Mereka akan terbakar dan hangus jika terkena cahaya."
Dokter tersebut memberikan sebuah senter dan juga sebuah lantera lain kepadaku. Akupun meninggalkan dokter itu dan menemukan sebuah lorong yang gelap lagi. Lorong tersebut ternyata adalah tangga menuju kelantai berikutnya. Aku langsung menaiki tangga dengan perlahan karena disini sangat gelap. Setelah cukup lama berjalan akhirnya aku sampai di lantai berikutnya. Ini adalah dapur sekaligus ruang makan para pasien. Aku melihat catatan yang ada di atas meja dan ternyata ini bukanlah resep makanan. Melainkan terdapat tulisan,
"DNA manusia 50%, DNA harimau 50%, bakteri."
Hasil percobaan : Gagal."
Penawar racun telah dibuat dan berada di ruang pengobatan kanker"
Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya dilakukan para dokter disini. Apakah mereka menciptakan spesies hewan baru? Ataukah mereka berusaha mengubah manusia menjadi makhluk-makhluk mengerikan? Atau mungkin mereka berkerja untuk pemerintah? Atau apapun itu.aku terus melanjutkan perjalananku melalui sebuah pintu yang ada disana. Ternyata pintu tersebut adalah pintu menuju ruang perawatan anak-anak. Aku langsung berlari menelusuri setiap ruangan disana sembari meneriakan nama istri dan anakku. Saat sampai di salah satu ruangan, aku bertemu seorang anak kecil, dan aku bertanya :
"Apa kau tidak apa-apa gadis kecil?", tanyaku padanya.
"iya tuan, aku tidak apa-apa. Tuan bisakah kau menolong anak-anak yang lain? Kumohon.", pintanya.
"Baiklah. aku akan menolong mereka."
Aku membuka pintu-pintu lain dan menemukan anak-anak yang menangis didekat jendela. Aku membukakan jendela untuk mereka dan mencari anak-anak yang lain. Setelah aku sudah menemukan semua anak-anak, aku juga menemukan pintu terakhir. Dan dibalik pintu tersebut adalah ruang pengobatan kanker. Saat memasuki ruangan tersebut, tiba-tiba sesuatu menggigit leherku, dan aku langsung mengayunkan senter kebelakang leherku hingga membuat senter tersebut pecah. Makhluk tersebut terjatuh dengan luka bekas pukulanku di kepalanya. Aku segera memukulkan lanteraku kearahnya hingga membuatnya tidak bergerak lagi. Akupun langsung berlari ketempat yang terang diruangan tersebut, dan disana aku bertemu lagi dengan Nina. Ia berkata :
"Ya Tuhan, Thomas kau terlihat kacau. Ada apa denganmu?", tanya Nina dengan nada khawatir.
"Salah satu makhluk itu menggigitku. Aku harus menemukan penawar racunnya yang berada di ruangan ini, ruangan pengobatan kanker.", jawabku dengan terburu-buru.
"Tunggu, aku akan membantumu."
.
Aku dan Nina mencari penawar racun yang ada diruangan ini. Aku mencari di rak buku, meja, dan kotak pertolongan pertama. Sedangkan Nina mencari di lemari, laci, dan koper yang ada disana. Nina menemukan 2 buah penawar racun sedangkan aku tidak menemukan apapun. Aku menggunakan salah satu dari penawar racun tersebut dan berharap ini akan berkerja.............
To be continued..

Comments
Post a Comment