Stay in the Light [ OS : R. Ananda ] Part 5


STAY IN THE LIGHT

Part 5 : Hutan Dark Raven

Aku tidak tahan melihat pemandangan mengerikan ini. Aku memutuskan untuk meninggalkan tempat ini, namun sayang sekali aku menjatuhkan lenteraku dan itu menarik perhatian pria misterius tersebut. 

"SIAPA DISANA!", teriak pria misterius itu.

Akupun berlari menjauhi pintu tempat aku bersembunyi tadi dan pria tersebut malah mengejarku. Aku terus berlari tanpa berani melihat kebelakang. Aku harus mencari tempat untuk bersembunyi dari pria tersebut. Untunglah lorong tempat aku berlari cukup terang sehingga aku bisa melihat tempat yang aman untuk bersembunyi. Saat sampai di dekat ruang perpustakaan rumah sakit, aku masuk kesana karena aku yakin beberapa lemari dan rak buku disana bisa mengecoh pandangan pria tersebut. Aku menemukan dua loker yang tidak terkunci dah aku langsung masuk kesalah satu loker tersebut. Pria misterius tersebut masuk ke perpustakaan tempat aku bersembunyi dan berdiri di depan loker dimana aku bersembunyi. Lagi-lagi aku menjatuhkan sesuatu dari saku ku. Yang terjatuh kali ini adalah handphoneku. Pria tersebut mengarahkan pandangan ke loker yang ada disebelahku. Ia membukanya kemudian menutupnya kembali, lalu ia menjauhi loker tersebut dan menghadap ke arah rak buku yang ada dibelakangnya. 
Aku menggunakan kesempatan tersebut untuk masuk keloker yang satunya karena aku yakin ia akan membuka loker dimana aku bersembunyi tadi. Ternyata ia mengambil kursi dan menghantamkannya ke loker tempat aku bersembunyi tadi hingga pintu loker yang terbuat dari aluminium tersebut bengkok dan terjatuh. Untung saja aku sudah pindah ke loker lain. Ia pun pergi mendekati pintu masuk. Akupun membuka pintu loker tadi dan melompat kearah pria tersebut kemudian memukul bahunya menggunakan siku tanganku. Pria tersebut terjatuh dan pingsan. Lalu aku mengambil jubah merah miliknya untuk melakukan penyamaran. Aku menyembunyikan pria tersebut didalam loker dan pergi mencari ruangan laboratorium.
Sesampainya disana aku bertemu Nina yang menggandeng Emily keluar dari laboratorium sambil membawa sebuah dokumen, akupun menghampirinya.

"Apa kau menemukan sesuatu?", tanyaku.
"Ya, aku menemukan dokumen ini dan aku yakin kau akan terkejut ketika membacanya.", jawab Nina.
"Coba berikan padaku."
"Kau harus cepat menemukan istri dan anakmu ! Sebelum semuanya terlambat !", desak Nina.
"Astaga. Aku tidak percaya ini."

Aku terkejut ketika membaca dokumen tersebut. Dokumen tersebut berisi :


"WOOD CITY HOSPITAL.
Statistik penelitian.
Bahan : ganja, DNA manusia, DNA kera, DNA laba-laba, DNA harimau, potongan otak anjing, bakteri Streptococcus pneumoniae, bakteri E.coli.
Objek penelitian : Manusia.
Nama objek : Hellena Allen.
Hasil penelitian : Gagal.
Catatan : hasil penelitian akan tetap di ujicobakan kepada objek pada 3 hari lagi di tengah hutan Dark Raven."


Aku teringat bahwa aku sudah berada disini selama 3 hari. Aku, Nina, dan Emily pergi dari rumah sakit tersebut dan pergi ke mobil ku yang ada didepan rumah sakit.


"Aku tidak percaya ternyata dokter Susan adalah seorang psikopat.", kata Nina.
"Apakah kau tau dimana letak hutan Dark Raven?!". tanyaku dengan tergesa-gesa.
"Ya aku tau, tapi kumohon jangan pergi kesana. Rumornya banyak orang yang bunuh diri dihutan tersebut.", jawab Nina.
"Aku harus kesana. Kumohon tunjukan dimana tempatnya.", kataku dengan sedikit memaksa.
"Baiklah, aku akan tunjukkan arahnya.", jawab Nina.

Aku meng-gas mobilku tanpa memperdulikan tanjakan yang kulewati. Sesampainya disana, aku takjub kan hutan ini. Hutan ini benar-benar gelap. Aku menyuruh Nina dan Emily untuk menunggu di mobil agar mereka tetap aman. Aku mengambil jubah merah yang kuambil tadi dan juga senter. Aku berjalan menyusuri hutan gelap ini hanya berbekal senter dan juga jubah untuk menyamar. Beberapa ratus meter kemudian aku melihat sekumpulan orang berjubah merah seperti pria misterius yang kutemui di rumah sakit tadi. Aku segera memakai jubah yang tadi dan mulai mendekati mereka. Mereka tidak mencurigaiku sama sekali. Mereka mengajakku pergi ke sebuah tanah lapang ditengah hutan untuk mengikuti sebuah ritual yang aneh. Aku melihat Susan yang sedang mengikat Hellen di sebuah pohon. Tak lama setelah itu, Susan menyuntikan suatu cairan ke leher Hellen.


To be continued..


Comments